VERITAS DHARMA SATYA

Di tengah arus utama bisnis (business mainstream) yang didominasi tendensi over-pragmatisme dan amat kental berorientasi pada keuntungan semata, kami hadir dengan spirit dan prinsip: Bisnis Bukan Hanya Urusan “Angka” Melainkan Juga “Nilai”. Dengan kata lain, kami berbisnis bukan hanya untuk mencari keuntungan, melainkan juga berbagi nilai (sharing of values) dengan mengedepankan praktik bisnis yang berbasis nilai dan menjunjung tinggi etika bisnis.

Sebagaimana makna nama yang disandang perusahaan ini, kami ingin mengajak dan membuka pintu kerja sama bisnis dengan Anda seraya menghidupkan nilai Kebenaran (Veritas), Kebaikan (Dharma) dan Loyalitas (Satya) dalam interaksi, interelasi dan kerja sama dengan Anda.

Bagi kami — dan kami yakin bagi Anda pula — bisnis bukanlah sekadar ajang komersial atau kegiatan “mencari uang”, melainkan praksis menganyam kehidupan bersama di atas prinsip saling menghormati (mutual respect), saling percaya (mutual trust) agar dapat berbagi keuntungan bersama (mutual benefit) dalam atmosfir “win-win situation” dan “win-win solution”.

VALENS DAKI-SOO, SH
Pendiri & Direktur Utama
PT Veritas Dharma Satya

Our Services

News

Our Clients

VALENS DAKI-SOO, SH

DIREKTUR UTAMA

Menamatkan SDK Galawea-Ndora, Bapak Valens Daki-Soo menuntaskan pendidikan menengah (SMP-SMA) di Seminari St. Yohanes Berkhmas Mataloko, Flores, NTT. Beliau belajar filsafat dan teologi di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Maumere, Flores dan sempat mengenyam studi filsafat di STF Driyakara, Jakarta. Selanjutnya belajar hukum di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta.

Pak Valens mengawali karirnya sebagai wartawan, kemudian menjadi Asisten Dubes Keliling RI dengan ‘Tugas Khusus’ H.E. FX Lopes da Cruz. Duta Besar Lopes bertugas membantu Menlu RI dalam penuntasan masalah Timor Timur (yang saat itu menjadi bagian dari NKRI).

Selanjutnya beliau menjadi staf khusus Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Arie J. Kumaat, staf khusus Letjen TNI Kiki Syahnakri yang berturut-turut menjabat Asisten Operasi KSAD, Panglima Penguasa Darurat Militer Timtim, Pangdam IX/Udayana dan Wakil Kepala Staf TNI AD.
Melalui kemampuan konseptualnya Pak Valens membantu Jenderal Kiki dalam diseminasi ide-ide dan wawasan kebangsaan sambil ikut mendukung reformasi internal TNI AD.

Selanjutnya sejak 2002 (hingga kini), sambil tetap menjadi staf khusus Letjen TNI Kiki Syahnakri, Pak Valens merangkap sebagai staf khusus Komjen Pol Drs Gories Mere (tokoh reserse dan intelijen kepolisian, perintis Densus 88/Antiteror Polri yang pernah menjabat Waka Bareskrim Polri, Kepala Badan Narkotika Nasional dan Staf Khusus Presiden RI Bidang Intelijen & Keamanan).

Di dunia usaha, Pak Valens pernah menjadi manajer pemasaran PT Hasuda Graha (penyuplai peralatan militer), konsultan keamanan Premier Oil (perusahaan minyak Inggris di Jakarta), dan konsultan di PT Galuh Citarum. Sejak 2013 Pak Valens menjadi konsultan media di grup usaha swasta nasional Artha Graha Network (AGN).

Di ranah organisasi, Pak Valens dikenal sebagai penggagas dan pendiri Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere, pengurus Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Portugal (PPIP), pengurus Yayasan Jati Diri Bangsa (YJDB) dan ormas Pejuang Siliwangi Indonesia.

Di area politik, Pak Valens pernah menduduki posisi Sekretaris Departemen Pertahanan & Keamanan Dewan Pimpinan Pusat/DPP PDI Perjuangan (2010-2015), dan Wakil Kepala Badiklat Pusat PDI Perjuangan sejak 2016.

Sebagai intelektual, beliau aktif menulis di media massa nasional seperti Kompas, Media Indonesia, Suara Pembaruan. Beliau adalah co-editor biografi Duta Besar FX Lopes da Cruz “Kesaksian: Aku dan Timor-Timur” (Penerbit Yayasan Timor Lorosae, 1999), editor buku Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, “Aku Hanya Tentara” (Penerbit Kompas, 2008) dan co-editor buku Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, “TIMOR TIMUR — The Untold Story” (Penerbit Kompas 2013). Beliau pun menulis dan menerbitkan bukunya sendiri “Diuji Dalam Api, Ditempa Oleh Badai” (Penerbit PT VDS, 2017).

Pak Valens ikut melakukan penelitian tentang “Efektivitas Satuan-satuan Antiteror Indonesia dalam Penanggulangan Terorisme” bersama Prof Dr Adrianus Meliala (Gurubesar Kriminologi UI, Penasihat Ahli Kapolri), 2007.

Sebagai entrepreneur, pada Juli 2012 Pak Valens mendirikan PT. Veritas Dharma Satya, disusul PT Veritas Media Bangsa (penerbit media daring/portal berita IndonesiaSatu.co), dan Firma Hukum “Veritas Dignitas Salus” (VDS Law Firm).

SIMON LEYA, S.FIL, MM

DIREKTUR

Sebelum bergabung dengan PT Veritas Dharma Satya, Bapak Simon Leya bekerja pada PT Dinamika Indonusa Prima dan diberi kepercayaan menangani beberapa divisi, di antaranya Marketing Analysis. Jabatan terakhir di perusahaan yang sama adalah menjadi Kepala Bagian HRD (Human Resource Development). Pak Simon memulai karirnya di Jakarta sejak tahun 1997 sebagai jurnalis, dunia yang diimpikannya semenjak menjadi mahasiswa filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Flores.

Perkenalannya dengan jurnalistik dimulai ketika bergabung dengan Kantor Berita Bridge News cabang Singapura. Lebih dari delapan tahun beliau menjadi jurnalis pada beberapa harian dan majalah terbitan Jakarta, seperti Harian Umum Jayakarta, Harian Umum Suara Bangsa, dan majalah pasar modal Investor.

Pak Simon juga sempat bergabung dengan Adler-Edward Research dengan spesialisasi analisis dan publikasi bertemakan pasar modal. Di tengah kesibukan menjadi Direktur Operasional PT Veritas Dharma Satya beliau kembali menekuni dunia jurnalistik yang sempat ditinggalkan selama beberapa tahun. Sejak Desember 2015 Pak Simon menjadi Pemimpin Redaksi portal berita IndonesiaSatu.co, sebuah media yang diterbitkan PT Veritas Media Bangsa, anak usaha PT Veritas Dharma Satya.

Pak Simon menamatkan pendidikan menengah di Seminari St. Yoh. Berkhmans Mataloko, Ngada, Flores NTT, tahun 1989. Di lembaga pendidikan menengah inilah, beliau ditempa dan dididik dengan model pendidikan dan pembinaan semi Eropa agar kelak bisa meneruskan jenjang pendidikan lebih tinggi di lembaga calon pastor (imam Katolik).

Tahun 1996, beliau menamatkan studi filsafat dan teologi di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Flores, NTT. Pada September 2013, Pak Simon meneruskan pendidikan tingkat pascasarjana di Universitas Mercu Buana, Jakarta dan membuat penelitian tentang kepuasan kerja karyawan. Beliau menulis tesis berjudul “Pengaruh Kompensasi tidak Langsung, Gaya Kepemimpinan Transaksional, dan Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kepuasan Kerja Karyawan”. Beliau berhasil meraih gelar Magister Manajemen (MM) dengan predikat cum laude (Dengan Pujian) pada Maret 2015.

Saat ini Pak Simon juga menjadi Tenaga Ahli Komisi XIII DPR RI.

Loading