IMG-20171124-WA0004

VALENS DAKI-SOO, SH

KOMISARIS UTAMA
Menamatkan SDK Ndora, Bapak Valens Daki-Soo menuntaskan pendidikan menengah (SMP-SMA) di Seminari Mataloko Flores. Beliau melanjutkan studi filsafat dan teologi di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Ledalero-Maumere Flores dan sempat mengenyam studi filsafat sosial di STF Driyakara Jakarta, lalu belajar hukum di Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta dan S2 Hukum di UKI Jakarta.
Pak Valens mengawali karirnya sebagai wartawan, kemudian menjadi Asisten Dubes Keliling RI dengan ‘Tugas Khusus’ H.E. FX Lopes da Cruz guna membantu Menlu RI dalam penuntasan isu Timor Timur di forum internasional. Selanjutnya Pak Valens menjadi staf khusus Kepala Bakin (sekarang BIN) Letjen TNI Arie J. Kumaat.
Kedekatannya dengan dunia militer kian kental dengan mengasistensi Letjen TNI Kiki Syahnakri yang berturut-turut menjabat Asisten Operasi KSAD, Panglima Penguasa Darurat Militer Timtim, Pangdam IX/Udayana dan Wakil Kepala Staf TNI-AD. Melalui kemaampuan konseptualnya, Pak Valens ikut membantu proses reformasi internal TNI-AD.
Selanjutnya sejak 2002 Pak Valens menjadi staf khusus di Satgas Bom Polri yang dipimpin Jenderal Pol Gories Mere (pendiri Densus 88/Antiteor Polri, terakhir menjabat Kepala BNN). Saat ini Pak Valens aktif sebagai staf di Kantor Staf Khusus Presiden RI.
Di dunia usaha, Pak Valens sempat menjadi manajer marketing PT. Hasuda Graha (perusahaan penyuplai peralatan militer), Direktur Eksekutif PT. RSA (Resourceful Security Agency) yang bergerak di bidang jasa sekuriti. Selama tiga tahun beliau berkiprah pula sebagai konsultan di IIMESS International Consulting Corp. Beberapa tahun terakhir Pak Valens menjadi konsultan di sebuah grup usaha nasional.
Di ranah organisasi, Pak Valens dikenal sebagai penggagas/pendiri PMKRI Cabang Maumere, pengurus Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Portugal (PPIP), pengurus Yayasan Jati Diri Bangsa (YJDB) dan ormas Pejuang Siliwangi Indonesia. Di area politik, Pak Valens pernah menduduki posisi Sekretaris Departemen Pertahanan & Keamanan Dewan Pimpinan Pusat/DPP PDI Perjuangan (2010-2015), dan Wakil Kepala Badiklat Pusat PDI Perjuangan.
Sebagai intelektual, Valens aktif menulis di media massa seperti Suara Pembaruan dan Kompas. Dia menjadi co-editor biografi Duta besar Lopes da Cruz “Kesaksian: Aku dan Timor-Timur” (Penerbit Yayasan Timor Lorosae, 1999), editor buku Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, “Aku Hanya Tentara” (Penerbit Kompas, 2008) dan co-editor buku Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, “Timor Timur The Untold Story” (Penerbit Kompas 2013). Beliau pun menulis dan menerbitkan bukunya sendiri “Diuji Dalam Api, Ditempa Oleh Badai” (Penerbit PT VDS, 2017). Karyanya berjudul “Ada Apa Di Balik Teror? – Telaah Akar dan Solusi” akan segera terbit. Pak Valens ikut melakukan penelitian tentang “Efektivitas Satuan-satuan Antiteror Indonesia dalam Penanggulangan Terorisme” bersama Prof. Dr. Adrianus Meliala (Gurubesar Kriminologi UI, Penasihat Ahli Kapolri), 2007.
Pada tahun 2010 Pak Valens mendirikan sebuah lembaga training & consulting yang bergerak di bidang pengembangan SDM, dan lembaga tersebut akhirnya menjadi PT. Veritas Dharma Satya sejak Juli 2012. Sejak November 2017 VDS Group berkembang menjadi PT Veritas Dharma Satya, PT VDS Sekuriti, PT VDS Media IndonesiaSatu, dan VDS & Partners Law Firm.

RONALD DA GOMEZ, SIP

KOMISARIS
Pak Ronald menyelesaikan kuliah S1 di FISIP Universitas Nasional tahun 2006. Ketua Umum Senat Mahasiswa UNAS 2004-2005, dan Ketua Presidium DPC PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) Cabang Jakarta Selatan Periode 2006-2008 ini kemudian bersama teman-teman Organisasi Cipayung lainnya (HMI, PMII, GMNI, PMKRI, KMHDI, HIKMABUDI, KAMI) mendirikan Lembaga Perhimpunan Indonesia Muda (PIM).
Setelah itu beliau bekerja sebagai Staf Ahli anggota DPD RI asal Papua Barat tahun 2010-2013 sebelum akhirnya memilih berbakti dan bergabung di PT. Veritas Dharma Satya. Saat ini Pak Ronald pun aktif sebagai Tenaga Ahli Komisi II DPR RI (2014-2019).