VALENS DAKI-SOO, SH

DIREKTUR UTAMA
Menamatkan SDK Ndora, Bapak Valens Daki-Soo menuntaskan pendidikan menengah (SMP-SMA) di Seminari Mataloko Flores. Beliau melanjutkan studi filsafat dan teologi di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Ledalero-Maumere Flores dan sempat mengenyam studi filsafat sosial di STF Driyakara Jakarta, lalu belajar hukum di Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta dan S2 Hukum di UKI Jakarta.
Pak Valens mengawali karirnya sebagai wartawan, kemudian menjadi Asisten Dubes Keliling RI dengan ‘Tugas Khusus’ H.E. FX Lopes da Cruz guna membantu Menlu RI dalam penuntasan isu Timor Timur di forum internasional. Selanjutnya Pak Valens menjadi staf khusus Kepala Bakin (sekarang BIN) Letjen TNI Arie J. Kumaat.
Kedekatannya dengan dunia militer kian kental dengan mengasistensi Letjen TNI Kiki Syahnakri yang berturut-turut menjabat Asisten Operasi KSAD, Panglima Penguasa Darurat Militer Timtim, Pangdam IX/Udayana dan Wakil Kepala Staf TNI-AD. Melalui kemaampuan konseptualnya, Pak Valens ikut membantu proses reformasi internal TNI-AD.
Selanjutnya sejak 2002 Pak Valens menjadi staf khusus di Satgas Bom Polri yang dipimpin Jenderal Pol Gories Mere (pendiri Densus 88/Antiteor Polri, terakhir menjabat Kepala BNN). Saat ini Pak Valens aktif sebagai staf di Kantor Staf Khusus Presiden RI.
Di dunia usaha, Pak Valens sempat menjadi manajer marketing PT. Hasuda Graha (perusahaan penyuplai peralatan militer), Direktur Eksekutif PT. RSA (Resourceful Security Agency) yang bergerak di bidang jasa sekuriti. Selama tiga tahun beliau berkiprah pula sebagai konsultan di IIMESS International Consulting Corp. Beberapa tahun terakhir Pak Valens menjadi konsultan di sebuah grup usaha nasional.
Di ranah organisasi, Pak Valens dikenal sebagai penggagas/pendiri PMKRI Cabang Maumere, pengurus Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Portugal (PPIP), pengurus Yayasan Jati Diri Bangsa (YJDB) dan ormas Pejuang Siliwangi Indonesia. Di area politik, Pak Valens pernah menduduki posisi Sekretaris Departemen Pertahanan & Keamanan Dewan Pimpinan Pusat/DPP PDI Perjuangan (2010-2015), dan Wakil Kepala Badiklat Pusat PDI Perjuangan.
Sebagai intelektual, Valens aktif menulis di media massa seperti Suara Pembaruan dan Kompas. Dia menjadi co-editor biografi Duta besar Lopes da Cruz “Kesaksian: Aku dan Timor-Timur” (Penerbit Yayasan Timor Lorosae, 1999), editor buku Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, “Aku Hanya Tentara” (Penerbit Kompas, 2008) dan co-editor buku Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, “Timor Timur The Untold Story” (Penerbit Kompas 2013). Beliau pun menulis dan menerbitkan bukunya sendiri “Diuji Dalam Api, Ditempa Oleh Badai” (Penerbit PT VDS, 2017). Karyanya berjudul “Ada Apa Di Balik Teror? – Telaah Akar dan Solusi” akan segera terbit. Pak Valens ikut melakukan penelitian tentang “Efektivitas Satuan-satuan Antiteror Indonesia dalam Penanggulangan Terorisme” bersama Prof. Dr. Adrianus Meliala (Gurubesar Kriminologi UI, Penasihat Ahli Kapolri), 2007.
Pada tahun 2010 Pak Valens mendirikan sebuah lembaga training & consulting yang bergerak di bidang pengembangan SDM, dan lembaga tersebut akhirnya menjadi PT. Veritas Dharma Satya sejak Juli 2012. Sejak November 2017 VDS Group berkembang menjadi PT Veritas Dharma Satya, PT VDS Sekuriti, PT VDS Media IndonesiaSatu, dan VDS & Partners Law Firm.

SIMON LEYA, S.FIL, MM

DIREKTUR
Sebelum bergabung dengan PT VERITAS DHARMA SATYA, Pak Simon bekerja pada PT Dinamika Indonusa Prima dan diberi kepercayaan menangani beberapa divisi, di antaranya Marketing Analysis. Jabatan terakhir di perusahaan yang sama adalah menjadi Kepala Bagian HRD (Human Resource Development). Pak Simon memulai karirnya di Ibukota sejak tahun 1997 sebagai jurnalis, dunia yang diimpikannya semenjak menjadi mahasiswa filsafat.
Perkenalannya dengan jurnalistik dimulai ketika bergabung dengan Kantor Berita Bridge News cabang Singapura. Lebih dari delapan tahun beliau menjadi jurnalis pada beberapa harian dan majalah terbitan Ibukota, seperti Harian Umum Jayakarta, Harian Umum Suara Bangsa, dan majalah pasar modal INVESTOR. Pak Simon juga sempat bergabung dengan Adler-Edward Research dengan spesialisasi analisis dan publikasi bertemakan pasar modal. Di tengah kesibukan menjadi Direktur Utama PT VERITAS DHARMA SATYA, beliau kembali menekuni dunia jurnalistik yang sempat ditinggalkan selama beberapa tahun. Saat ini Pak Simon menjadi Redaktur Pelaksana portal berita IndonesiaSatu.co , sebuah media yang diterbitkan Divisi Publikasi PT VERITAS DHARMA SATYA.
Pak Simon menamatkan pendidikan menengah di Seminari St. Yoh. Berkhmans Todabelu – Mataloko – Ngada – Flores NTT tahun 1989. Di lembaga pendidikan menengah inilah, beliau ditempa dan dididik dengan model pendidikan dan pembinaan semi Eropa agar kelak bisa meneruskan jenjang pendidikan lebih tinggi di lembaga calon pastor (imam Katolik). Tahun 1996, ia menamatkan studi filsafat dan teologi di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Flores, NTT. Pada September 2013, Pak Simon meneruskan pendidikan tingkat pascasarjana di Universitas Mercu Buana – Jakarta dan membuat penelitian tentang kepuasan kerja karyawan. Simon menulis tesis berjudul “Pengaruh Kompensasi tidak Langsung, Gaya Kepemimpinan Transaksional, dan Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kepuasan Kerja Karyawan …” Beliau berhasil meraih gelar Magister Manajemen (MM) dengan predikat cum laude (Dengan Pujian) pada Maret 2015.

Loading